Permainan Tradisional

Permainan Tradisional Bali (Megala Gala)

Di Bali, Olahraga tradisional Hadang disebut dengan Megala-gala. Megala-gala berasal dari kata "gala" yang artinya rintangan. Dalam permainan satu regu harus melewati suatu rintangan dari regu lawan untuk mencapai tujuannya.

Olahraga tradisional hadang/magala-gala dimainkan tanpa alat apapun, selain mengandalkan kekuatan fisik untuk meningkatkan kebugaran jasmani, bersosialisasi dan meningkatkan kekompakan dengan tim, juga mengajarkan pemain untuk bisa bekerja keras, lincah dan terampil untuk menyusun strategi untuk meraih tujuan.


Ukuran Lapangan 

Arena pertandingan yang dipakai berbentuk persegi panjang berpetak-petak. Lapangan hadang berukuran:

1. Panjang 15 meter dan lebar 9 meter. Dibagi 6 petak masing-masing 4,5 x 5 meter.

2. Area cadangan 3,5 m x 2 m, jarak lapangan dengan area cadangan sejauh 1,5meter.

3. Area Pergantian Pemain 2,5 m

4. Lapangan pertandingan ditandai dengan garis selebar 5 cm.

5. Garis pembagi lapangan menjadi 2 bagian memanjang disebut garis tengah.


Sumber : Dinas Kebudayaan Provinsi Bali

Cara Bermain

1. Menentukan Regu Awal

Kedua tim melakukan undian (misalnya suit) untuk menentukan siapa yang menjadi penjaga dan siapa yang menjadi penyerang terlebih dahulu.

2. Penempatan Pemain Penjaga

Regu penjaga berdiri di garis-garis pembatas lapangan (garis horizontal dan vertikal), menjaga agar penyerang tidak bisa melewati.

3. Regu Penyerang Memulai

Pemain penyerang masuk dari garis depan dan berusaha melewati semua garis hingga ke garis belakang, lalu kembali ke garis awal tanpa tertangkap atau tersentuh oleh penjaga.

4. Aturan Menyentuh

Jika penyerang tersentuh oleh penjaga, maka pemain itu gugur atau keluar dari permainan, dan giliran berpindah ke regu lain.

5. Pergantian Regu

Jika seluruh pemain penyerang berhasil melewati garis depan–belakang dan kembali tanpa tersentuh, maka regu penyerang menang dan permainan bisa dilanjutkan dengan tukar posisi.



Selain menyenangkan, megala gala juga mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, sportivitas, dan disiplin, serta membantu menjaga kebugaran tubuh.
Dengan demikian, permainan megala gala bukan hanya hiburan, tetapi juga warisan budaya yang perlu dilestarikan karena mengandung manfaat sosial dan pendidikan bagi anak-anak.

Komentar